Unit Link Generali Boncos 31,7% Karena Beli Saham-Saham Ini

Ilustrasi IHSG

Unit link saham Generali Equity Ultima sempat mencatatkan kinerja positif bulanan pada April 2023 sebesar 3,89%. Akan tetapi dilihat dari Oktober 2019 atau saat pertama kali unit link ini diluncurkan, kinerjanya minus 31,79%.

Berdasarkan informasi di fund fact sheet terakhir (April 2023) Generali Equity Ultima, kinerja dari unit https://rtphuat138slot.online/ link yang ditawarkan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia ini tidak bisa mengungguli indeks secara year to date (YTD).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan performa 0,95%, Indeks IDX30 di 2,63% dan Generali Equity Ultima -1,15%.

Unit link dengan total dana kelolaan sebesar Rp 847 miliar pada April 2023 ini menempatkan 98,69% investasinya di saham dan sisanya (1,31%) di instrumen pasar uang.

Dengan total unit beredar sebesar 1,24 miliar, harga unit Generali Equity Ultima per April 2023 dibanderol Rp 682 alias sudah tergerus 31,79% dari harga awal saat diluncurkan.

Ada saham gorengan di portofolio Generali Equity Prima?

Sebesar 24,03% alokasi investasi di portofolio di saham-saham sektor properti, sementara itu 20,32% ada di sektor keuangan, 15,68% di sektor infrastruktur, 12,54% di sektor consumer cyclical, consumer non-cyclical di 8,45%.

Berikutnya adalah sektor industri di 7,65% dan sisanya adalah sektor industri dasar, teknologi, transportasi dan logistik, serta energi.

Adapun deretan emiten yang ada di portofolio saham Generali Equity Ultima antara lain adalah, PT Ace Hardware Tbk (ACES), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Dari seluruh emiten yang ada di portofolio Generali Equity Prima, hanya SMRA saham properti yang masuk dalam 10 besar top holding unit link ini.

Seperti diketahui, per 31 Maret 2023 meraup laba Rp271,71 miliar, atau melesat 55% dari periode sama tahun lalu yang sebesar Rp175,04 miliar.

Meski harga SMRA mengalami kenaikan sebesar 12% jika dihitung per tiga bulan hingga Mei 2023, harga SMRA sempat turun 7% jika dihitung dari 3 Maret hingga 3 April 2023.

Menyusul kabar mengenai membaiknya indikator perekonomian di Indonesia, maka Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal terus menahan suku bunga acuan di level 5,75% hingga akhir tahun ini.

Hal ini tentunya akan menjadi katalis positif bagi emiten-emiten di sektor properti, tak terkecuali SMRA.

Selain sektor properti, kinerja emiten sektor perbankan sejatinya juga bisa mendongkrak performa portofolio Generali Equity Prima, hal itu didukung dengan komposisi saham di sektor keuangan yang mencapai 20,32% serta kepemilikan saham BBRI yang belakangan ini mencapai all time high.

Namun satu hal yang harus diantisipasi adalah keputusan manajer investasi unit link ini yang memasukkan saham WOOD di portofolio unit link ini.

Seperti diketahui, laba WOOD ambles 87,49% di kuartal I 2023. Adapun penyusutan laba bersih itu disebabkan karena adanya penurunan penjualan sebesar 68% secara YoY di periode yang sama.

Seperti diketahui bahwa WOOD merupakan salah satu saham yang masuk dalam sektor consumer cyclical. Porsi saham-saham sektor consumer cyclical di portofolio Generali Equity Prima sendiri mencapai 12,54%.

Harga saham WOOD sendiri sudah terkoreksi 42% YoY.

Di tahun lalu, bisnis emiten produsen kayu dan furnitur ini mengalami perlambatan karena penurunan permintaan produk komponen bangunan di pasar Amerika Serikat.

Saham MARI hilang di top 10 per Maret 2023

Sejak tahun 2022, saham PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) masuk dalam top 10 portofolio saham Generali Equity Prima hingga Februari 2023.

Emiten media milik Erick Thohir ini membukukan kerugian sebesar Rp 99 miliar di 2022. Jumlah kerugian ini dinyatakan meningkat sebesar 266% dari tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 27 miliar.

Sampai saat ini, MARI juga belum merilis laporan keuangan kuartal I 2023.

Harga MARI juga sudah turun 67,5% secara YoY dari yang awalnya Rp 200 per lembar jadi Rp 68 per lembar pada 23 Mei 2023.

Meski hilang dari top 10 saham di portofolio, data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia pada Mei 2023 menyebutkan bahwa PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia masih memegang 5% kepemilikan saham MARI di rekening efek AJ GENERALI INDONESIA,PT-GENERALI EQUITY ULTIMA-912494037 per Mei 2023.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*